CERPEN KARYA SARIFUDIN
CERITA
SEKOLAH SD
Pengalaman baru merupakan sebuah hal yang
selalu menyenangkan karena akan ada banyak sekali pelajaran berharga yang bisa
dijadikan sebuah pelajaran hidup untuk di masa yang akan datang. Hal ini lah
yang terjadi dengan kisah yang aku alami pada hari pertamaku di sekolah. Ketika
aku masih berumur 6 tahun, aku merasakan suatu perubahan yang sangat berbeda
pada hari – hariku. Aku dipaksa oleh ibuku untuk ke sekolah. Hari itu aku
sangat takut karena aku tidak pernah mengetahui apa itu sekolah dan tidak tahu
apa yang akan aku lakukan di sekolah.Pada hari itu, angin subuh masih bertiup
dengan sangat dingin hingga menusuk tulang. Karena tidak tahan dengan dingin
yang masuk melalui jendela kamar, aku pun menarik kembali selimut hingga
menutupi seluruh tubuhku, lalu di balik selimutku, aku mendengar pintu kamarku
yang dibuka dan langkah kaki yang masuk menuju tempat tidurku. Dengan tangannya
yang lembut dia menggoyang – goyangkan tubuhku sambil sesekali memanggil
namaku. “Sarif bangun-bangun sudah pagi nih ayo cepat mandi”, Kata Ibu
"Ini masih terlalu pagi Mahhh!"
Aku mengerang saat ibuku menarik selimut dari kepalaku sehingga cahaya matahari
pagi masuk melalui jendela dan membanjiri mataku.Mataku berjuang untuk
menyesuaikan perubahan cahaya yang terjadi mendadak. Warna-warna kabur yang
bercampur dengan warna kamarku menyerang mataku sehingga membuat nuansa warna
aneh yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Bayangan aneh itu semakin jelas
dan membentuk sebuah tubuh yang ternyata adalah ibuku. "Mengapa aku harus
bangun sepagi ini Maah?" rengekku. "Karena ini sudah waktunya untuk
ke sekolah," jawabnya, sambil mengangkatku keluar dari tempat tidur yang
hangat menuju kamar mandi.
"Mandi sana, dan pakai seragam barumu.
Ibu akan menyiapkan sarapan pagi untuk kamu.
Setelah menjalani rutinitas pagiku,
seperti menyikat gigi dan berpakaian, aku menuju meja makan untuk menyantap
sarapan pagi yang telah disediakan oleh ibu. Setelah itu, aku mengambil tas dan
meletakkannya di punggung, tiba – tiba saja aku merasakan tas itu seperti
terisi bebatuan yang sangat berat. Dengan susah payah aku berjalan kaki menuju
sekolah ku, karena tidak terlalu jauh dari rumah menuju sekolah jadi jalan kaki
saja aku dengan ibu aku yang cantik hehe. Sekitar lima belas menit aku berjalan
menuju sekolah SD aku, sudah mau sampai dan setelah sampai di sekolah, ibu aku
ketemu dengan ibu teman aku yang bernama Alfian, asik-asik ngobrol ibu aku
dengan ibu teman aku tadi, sudah selesai ibu aku langsung bergegas mencari
kelas untuk aku, dan sudah dapat kelasnya ibu aku mencarikan tempat duduk aku
untuk belajar, dan tenrnyata aku duduk dengan teman aku Alfian , tetapi karena
siswanya banyak otomatis tidak bisa untuk duduk berdua dalam satu meja harus
bertiga ,setelah ditetapkan untuk satu meja tiga orang, maka teman aku Fadil
ikut duduk dengan kami aku dan Alfian. Dan tidak beberapa jam kemudian masuk
lah seorang Guru pertama aku dikelas dan memperkenalkan dirinya serta
alamatnya.Setelah perkenalan Guru tadi, selanjutnya memperkenalkan diri masing-masing
serta cita-cita termasuk aku dan teman-teman aku.Guru aku langsung memberi jadwal
pelajaran untuk siswa kelas 1. Tidak berapa menit kemudia bunyi lonceng pun
berbunyi yang tandanya boleh pulang kerumah masing-masing, tetapi saat aku
keluar kelas aku bingung sendiri karena aku tidak ada melihat ibu aku,
sedangkan teman-teman aku yang lain ibunya ada. Aku sangat takut dan aku
gemetaran didalam hati aku berkata, ”dimana ibu aku”, kesana kemari aku mencari
ibu aku, tidak ketemu juga.
kata Alfian , “mencari siapa kamu ?”
“Aku sedng mencari ibu aku”, kata aku
sambil ketakutan, tapi aku memberanikan diri untuk pulang kerumah sendiri tanpa
ibu.
Ketika diperjalanan aku ketemu teman-teman
aku dan kebetulan rumah teman aku tidak jauh dari rumah aku,yaitu Fadil. Sudah
sampai dirumah aku ketuk-ketuk pintu , tetapi tidak dibukakan juga pintu rumah
dan aku pun mengetuknya lagi dengan keras, ternyata ibu aku ketiduran sehingga
tidak mendengar, tapi untung saja ibu aku akhirnya terbangun dan aku bisa masuk
kerumah untuk istirahat , karena lelah sekali waktu diperjalanan yang
suasananya sangat panas.
Aku bertanya dengan ibu aku, “Bu kenapa
ibu pulang duluan saat aku masih belajar dalam kelas ?”
Kata ibu “hemm kamu itu harus belajar mandiri
jangan selalu dengan ibu”
“tapikan bu jangan langsung ditinggalkan
begitu saja aku disekolah karena aku bingung mencari ibu kemana-mana” Ucap aku
kepada ibu.
“Ya sudah ibu minta maaf sudah membuat
kamu takut dan khawatir” kata ibu sambil tersenyum.
Aku pun mulai mengantuk karena kelelehan,
akhirnya aku pun tertidur.
Pagi pun tiba lagi dan matahari yang mulai
muncul bersinar dengan terang seakan-akan membuat aku harus bangun dan ibu aku
datang kekamar aku menyuruh aku mandi
dan sikat gigi seperti rutinitas biasanya ,ibu pun sudah menyiapkan sarapan
pagi untuk aku sebelum pergi kesekolah.
Aku
pun bersiap-siap untuk berangkat kesekolah.
“Ayo Bu kita pergi kesekolah sekarang ini
sudah jam 07.45 nanti kita terlambat” kata aku ke ibu
“hemm kamu sendiri saja pergi kesekolah
tidak dengan ibu lagi kan sudah tau jalan menuju kesekolah “ Ucap Ibu aku
dengan tersenyum.
Aku pun sedih karena tidak diantar lagi
kesekolah oleh ibu aku, cuma hari pertama saja diantar.
Sekitar lima belas menit aku pun sudah
sampai disekolah. Aku senang karena dikelas banyak teman dan bisa bermain
bersama teman-teman.
Teng-teng...bunyi lonceng berbunyi bahwa
kami harus siap-siap untuk belajar dikelas.
“Assalamualikum anak-anak, selamat pagi “
kata bu Guru kepada aku dan teman-teman lainnya.
Aku senang saat belajar karena saat ibu
Guru memberi beberapa pertanyaan aku sering menjawabnya padahal jawaban aku
tidak tepat ,tetapi aku selalu mau menjawab pertanyaan ibu Guru.
Tak terasa waktu begitu cepat ,mungkin
karena keasikan belajar lupa waktu.
Teng-teng...lonceng berbunyi tandanya
semua siswa sudah bisa pulang .Aku pun bergegas untuk memasukan buku-buku
pelajaran aku kedalam tas yang masih berserakan diatas meja untuk siap-siap
pulang kerumah.
Aku pulang sendiri lagi tidak dengan ibu
karena ibu aku dirumah sedang sibuk dengan pekerjaannya,jadi tidak bisa
menjemput aku kesekolah.
Berjalan kaki sendirian terasa sedih dan
takut karena masih awal-awal sekolah, mungkin ini yang aku rasakan disaat aku
pulang sendirian tanpa sesosok ibu. Melihat teman-teman aku rata-rata pulang
bersama ibunya, tapi tidak apa-apa lah aku pulang sendirian lama kelamaan nanti
terbiasa saja kok aku berpikir.
Sudah tiba dirumah ibu aku langsung
menyuruh aku istirahat.
“Nak lepas baju kamu itu ,ibu mau cuci” kata
ibu.
“iya Bu sebentar lagi akan aku lepas
bajunya” ucap aku.
Masuk sekolah kehari yang ketiga, aku
menjalani aktivitas seperti biasa sebagaimana pagi sudah bangun, mandi dan sarapan
sebelum berangkat kesekolah dan satu lagi yakni pamitan dengan orang tua.
Aku berjalan dengan penuh semangat menuju
sekolah untuk belajar. Sesampainya disekolah aku ketemu teman-teman aku yakni
Alfian dan Fadil yang juga baru datang disekolah. Tak lama kemudian lonceng pun
berbunyi tandanya pelajaran sudah mau dimulai.
“Siapa yang tidak hadir hari ini
anak-anak” kata ibu Guru
“Hadir
semua bu Guru” ucap aku dan yang lainnya.
Setelah itu bu Guru memberi materi kepada kami
dan diberi tugas.
“Alfian, Sarif, dan Fadil ini tugasnya ! “kata
Bu guru
“Iya Bu “ Sahut kami
“Kamu mengerti ngga masalah soal ini Yan ? “tanya
ku
“Aku
tidak mengerti “ kata Alfian
“Kalau
aku mengerti saja kok Rif !” jawab Fadil dengan tegas
Lalu
kami pun mulai berpikir untuk mengerjakan tugas dari ibu Guru, padahal aku
kurang mengerti dengan soalnya karena pelajaran matematika untung saja ada saja
teman aku yang mengerti sebut saja Fadil, tetapi lucunya itu si Alfian tidak
mengerti sama sekali tetapi kelebihannya yang satu ini dia sering banyak
membawa uang. Nah dari kelebihannya itulah dia bisa membeli jawaban hehehe. Tak
lama kemudian teman ku Fadil sudah selesai dan aku pun sudah selesai juga
tetapi si Alfian belum selesai-selesai juga maklum di tidak mengerti jadi tidak
bisa mengerjakannya.
“Ini aku sudah selesai,mengerjakan tugasnya”.
Ucap Fadil
“Aku belum selesai, aku tidak mengerti”. kata
Alfian dengan wajah yang sedih dan bingung.
Alfian
pun mulai berniat mau menyontek jawaban aku dan Fadil, tapi aku dan Fadil tidak
mau memberikan jawaban kami, dan akhirnya Alfian pun menangis karena tidak bisa
menjawab, aku dan Fadil tertawa melihat Alfian menangis.
“Rif
aku mohon tolong beritahu jawabannya ? “ Kata Alfian sambil membujuk-bujuk Aku.
“hemmm
gimana ya,aku mikir-mikir dulu ya Yan hehe” kata aku sambil tersenyum.
“Jangan lama-lama mikirnya ! “ Tegas Alfian
kepada aku.
Aku
dan Fadil pun berdiskusi mau atau tidaknya memberitau jawaban kami kepada
Alfian.
“Bagaimana
mau tidak ? “Tanya Alfian kepada kami dengan wajah yang tak sabar lagi.
“Hemmm
gimana ya” Kata Fadil, yang sambil mikir-mikir
Fadil
pun masih bingung mau atau tidak, karena dia susah saat mencari jawaban
tersebut dengan berpikir keras karena baru pertama dapat tugas sekolah.Alfian
pun mulai membujuk-bujuk aku dan Fadil.
“bagaimana
kalau begini saja, nanti aku kasih uang kepada kalian kalunya mau” kata Alfian,
dengan merayu kami mau mengasih uang.
“ hemmm bisa saja kalunya begitu” jawab kami
berdua dengan tersenyum dan senang.
Aku
dan Fadil pun tertawa dan senang karena kami mau dikasih uang oleh Alfian kalau
mau memberikan jawaban kami kepadanya, dengan senang hati kami menerima
tawarannya itu hahaha.
“Ini
Yan jawaban kami Yan” kata Fadil
“ Iya terima kasih Dil” Kata Alfian yang sudah
tersenyum mendapatkan jawaban dari kami.
“Iya sama-sama Yan” ucap kami berdua.
Saat
itulah aku mulai berpikir kalaunya orang pintar itu enak atau mudah mencari
uang dan sebaliknya kalau banyak uang memudahkan keinginan seseorang mau apa
saja bisa. Mungkin sampai disini saja cerpen saya semuga bermanfaat.
TERIMA KASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar