Minggu, 06 Maret 2016

CERPEN

CERPEN KARYA SARIFUDIN

 CERITA SEKOLAH  SD

Pengalaman baru merupakan sebuah hal yang selalu menyenangkan karena akan ada banyak sekali pelajaran berharga yang bisa dijadikan sebuah pelajaran hidup untuk di masa yang akan datang. Hal ini lah yang terjadi dengan kisah yang aku alami pada hari pertamaku di sekolah. Ketika aku masih berumur 6 tahun, aku merasakan suatu perubahan yang sangat berbeda pada hari – hariku. Aku dipaksa oleh ibuku untuk ke sekolah. Hari itu aku sangat takut karena aku tidak pernah mengetahui apa itu sekolah dan tidak tahu apa yang akan aku lakukan di sekolah.Pada hari itu, angin subuh masih bertiup dengan sangat dingin hingga menusuk tulang. Karena tidak tahan dengan dingin yang masuk melalui jendela kamar, aku pun menarik kembali selimut hingga menutupi seluruh tubuhku, lalu di balik selimutku, aku mendengar pintu kamarku yang dibuka dan langkah kaki yang masuk menuju tempat tidurku. Dengan tangannya yang lembut dia menggoyang – goyangkan tubuhku sambil sesekali memanggil namaku. “Sarif bangun-bangun sudah pagi nih ayo cepat mandi”, Kata Ibu
"Ini masih terlalu pagi Mahhh!" Aku mengerang saat ibuku menarik selimut dari kepalaku sehingga cahaya matahari pagi masuk melalui jendela dan membanjiri mataku.Mataku berjuang untuk menyesuaikan perubahan cahaya yang terjadi mendadak. Warna-warna kabur yang bercampur dengan warna kamarku menyerang mataku sehingga membuat nuansa warna aneh yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Bayangan aneh itu semakin jelas dan membentuk sebuah tubuh yang ternyata adalah ibuku. "Mengapa aku harus bangun sepagi ini Maah?" rengekku. "Karena ini sudah waktunya untuk ke sekolah," jawabnya, sambil mengangkatku keluar dari tempat tidur yang hangat menuju kamar mandi. 
"Mandi sana, dan pakai seragam barumu. Ibu akan menyiapkan sarapan pagi untuk kamu.
Setelah menjalani rutinitas pagiku, seperti menyikat gigi dan berpakaian, aku menuju meja makan untuk menyantap sarapan pagi yang telah disediakan oleh ibu. Setelah itu, aku mengambil tas dan meletakkannya di punggung, tiba – tiba saja aku merasakan tas itu seperti terisi bebatuan yang sangat berat. Dengan susah payah aku berjalan kaki menuju sekolah ku, karena tidak terlalu jauh dari rumah menuju sekolah jadi jalan kaki saja aku dengan ibu aku yang cantik hehe. Sekitar lima belas menit aku berjalan menuju sekolah SD aku, sudah mau sampai dan setelah sampai di sekolah, ibu aku ketemu dengan ibu teman aku yang bernama Alfian, asik-asik ngobrol ibu aku dengan ibu teman aku tadi, sudah selesai ibu aku langsung bergegas mencari kelas untuk aku, dan sudah dapat kelasnya ibu aku mencarikan tempat duduk aku untuk belajar, dan tenrnyata aku duduk dengan teman aku Alfian , tetapi karena siswanya banyak otomatis tidak bisa untuk duduk berdua dalam satu meja harus bertiga ,setelah ditetapkan untuk satu meja tiga orang, maka teman aku Fadil ikut duduk dengan kami aku dan Alfian. Dan tidak beberapa jam kemudian masuk lah seorang Guru pertama aku dikelas dan memperkenalkan dirinya serta alamatnya.Setelah perkenalan Guru tadi, selanjutnya memperkenalkan diri masing-masing serta cita-cita termasuk aku dan teman-teman aku.Guru aku langsung memberi jadwal pelajaran untuk siswa kelas 1. Tidak berapa menit kemudia bunyi lonceng pun berbunyi yang tandanya boleh pulang kerumah masing-masing, tetapi saat aku keluar kelas aku bingung sendiri karena aku tidak ada melihat ibu aku, sedangkan teman-teman aku yang lain ibunya ada. Aku sangat takut dan aku gemetaran didalam hati aku berkata, ”dimana ibu aku”, kesana kemari aku mencari ibu aku, tidak ketemu juga.
kata Alfian ,  “mencari siapa kamu ?”
“Aku sedng mencari ibu aku”, kata aku sambil ketakutan, tapi aku memberanikan diri untuk pulang kerumah sendiri tanpa ibu.
Ketika diperjalanan aku ketemu teman-teman aku dan kebetulan rumah teman aku tidak jauh dari rumah aku,yaitu Fadil. Sudah sampai dirumah aku ketuk-ketuk pintu , tetapi tidak dibukakan juga pintu rumah dan aku pun mengetuknya lagi dengan keras, ternyata ibu aku ketiduran sehingga tidak mendengar, tapi untung saja ibu aku akhirnya terbangun dan aku bisa masuk kerumah untuk istirahat , karena lelah sekali waktu diperjalanan yang suasananya sangat panas.

Aku bertanya dengan ibu aku, “Bu kenapa ibu pulang duluan saat aku masih belajar dalam kelas ?”
Kata ibu “hemm kamu itu harus belajar mandiri jangan selalu dengan ibu”
“tapikan bu jangan langsung ditinggalkan begitu saja aku disekolah karena aku bingung mencari ibu kemana-mana” Ucap aku kepada ibu.
“Ya sudah ibu minta maaf sudah membuat kamu takut dan khawatir” kata ibu sambil tersenyum.
Aku pun mulai mengantuk karena kelelehan, akhirnya aku pun tertidur.
Pagi pun tiba lagi dan matahari yang mulai muncul bersinar dengan terang seakan-akan membuat aku harus bangun dan ibu aku datang kekamar  aku menyuruh aku mandi dan sikat gigi seperti rutinitas biasanya ,ibu pun sudah menyiapkan sarapan pagi untuk aku sebelum pergi kesekolah.
 Aku pun bersiap-siap untuk berangkat kesekolah.
“Ayo Bu kita pergi kesekolah sekarang ini sudah jam 07.45 nanti kita terlambat” kata aku ke ibu
“hemm kamu sendiri saja pergi kesekolah tidak dengan ibu lagi kan sudah tau jalan menuju kesekolah “ Ucap Ibu aku dengan tersenyum.
Aku pun sedih karena tidak diantar lagi kesekolah oleh ibu aku, cuma hari pertama saja diantar.
Sekitar lima belas menit aku pun sudah sampai disekolah. Aku senang karena dikelas banyak teman dan bisa bermain bersama teman-teman.
Teng-teng...bunyi lonceng berbunyi bahwa kami harus siap-siap untuk belajar dikelas.
“Assalamualikum anak-anak, selamat pagi “ kata bu Guru kepada aku dan teman-teman lainnya.
Aku senang saat belajar karena saat ibu Guru memberi beberapa pertanyaan aku sering menjawabnya padahal jawaban aku tidak tepat ,tetapi aku selalu mau menjawab pertanyaan ibu Guru.
Tak terasa waktu begitu cepat ,mungkin karena keasikan belajar lupa waktu.
Teng-teng...lonceng berbunyi tandanya semua siswa sudah bisa pulang .Aku pun bergegas untuk memasukan buku-buku pelajaran aku kedalam tas yang masih berserakan diatas meja untuk siap-siap pulang kerumah.
Aku pulang sendiri lagi tidak dengan ibu karena ibu aku dirumah sedang sibuk dengan pekerjaannya,jadi tidak bisa menjemput aku kesekolah.
Berjalan kaki sendirian terasa sedih dan takut karena masih awal-awal sekolah, mungkin ini yang aku rasakan disaat aku pulang sendirian tanpa sesosok ibu. Melihat teman-teman aku rata-rata pulang bersama ibunya, tapi tidak apa-apa lah aku pulang sendirian lama kelamaan nanti terbiasa saja kok aku berpikir.
Sudah tiba dirumah ibu aku langsung menyuruh aku istirahat.
“Nak lepas baju kamu itu ,ibu mau cuci” kata ibu.
“iya Bu sebentar lagi akan aku lepas bajunya” ucap aku.
Masuk sekolah kehari yang ketiga, aku menjalani aktivitas seperti biasa sebagaimana pagi sudah bangun, mandi dan sarapan sebelum berangkat kesekolah dan satu lagi yakni pamitan dengan orang tua.
Aku berjalan dengan penuh semangat menuju sekolah untuk belajar. Sesampainya disekolah aku ketemu teman-teman aku yakni Alfian dan Fadil yang juga baru datang disekolah. Tak lama kemudian lonceng pun berbunyi tandanya pelajaran sudah mau dimulai.
“Siapa yang tidak hadir hari ini anak-anak” kata ibu Guru

“Hadir semua bu Guru” ucap aku dan yang lainnya.
 Setelah itu bu Guru memberi materi kepada kami dan diberi tugas.
 “Alfian, Sarif, dan Fadil ini tugasnya ! “kata Bu guru
 “Iya Bu “ Sahut kami
 “Kamu mengerti ngga masalah soal ini Yan ? “tanya ku
“Aku tidak mengerti “ kata Alfian
“Kalau aku mengerti saja kok Rif !” jawab Fadil dengan tegas
Lalu kami pun mulai berpikir untuk mengerjakan tugas dari ibu Guru, padahal aku kurang mengerti dengan soalnya karena pelajaran matematika untung saja ada saja teman aku yang mengerti sebut saja Fadil, tetapi lucunya itu si Alfian tidak mengerti sama sekali tetapi kelebihannya yang satu ini dia sering banyak membawa uang. Nah dari kelebihannya itulah dia bisa membeli jawaban hehehe. Tak lama kemudian teman ku Fadil sudah selesai dan aku pun sudah selesai juga tetapi si Alfian belum selesai-selesai juga maklum di tidak mengerti jadi tidak bisa mengerjakannya.

 “Ini aku sudah selesai,mengerjakan tugasnya”. Ucap Fadil
 “Aku belum selesai, aku tidak mengerti”. kata Alfian dengan wajah yang sedih dan bingung.
Alfian pun mulai berniat mau menyontek jawaban aku dan Fadil, tapi aku dan Fadil tidak mau memberikan jawaban kami, dan akhirnya Alfian pun menangis karena tidak bisa menjawab, aku dan Fadil tertawa melihat Alfian menangis.
“Rif aku mohon tolong beritahu jawabannya ? “ Kata Alfian sambil membujuk-bujuk Aku.
“hemmm gimana ya,aku mikir-mikir dulu ya Yan hehe” kata aku sambil tersenyum.
 “Jangan lama-lama mikirnya ! “ Tegas Alfian kepada aku.
Aku dan Fadil pun berdiskusi mau atau tidaknya memberitau jawaban kami kepada Alfian.
“Bagaimana mau tidak ? “Tanya Alfian kepada kami dengan wajah yang tak sabar lagi.
“Hemmm gimana ya” Kata Fadil, yang sambil mikir-mikir
Fadil pun masih bingung mau atau tidak, karena dia susah saat mencari jawaban tersebut dengan berpikir keras karena baru pertama dapat tugas sekolah.Alfian pun mulai membujuk-bujuk aku dan Fadil.
“bagaimana kalau begini saja, nanti aku kasih uang kepada kalian kalunya mau” kata Alfian, dengan merayu kami mau mengasih uang.

 “ hemmm bisa saja kalunya begitu” jawab kami berdua dengan tersenyum dan senang.
Aku dan Fadil pun tertawa dan senang karena kami mau dikasih uang oleh Alfian kalau mau memberikan jawaban kami kepadanya, dengan senang hati kami menerima tawarannya itu hahaha.
“Ini Yan jawaban kami Yan” kata Fadil
 “ Iya terima kasih Dil” Kata Alfian yang sudah tersenyum mendapatkan jawaban dari kami.
 “Iya sama-sama Yan” ucap kami berdua.
Saat itulah aku mulai berpikir kalaunya orang pintar itu enak atau mudah mencari uang dan sebaliknya kalau banyak uang memudahkan keinginan seseorang mau apa saja bisa. Mungkin sampai disini saja cerpen saya semuga  bermanfaat.


TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar