Minggu, 06 Maret 2016

PUISI

Kabut Asap


Kabut asap sejenak datang
Menemani pagi yang tenang
Luruh bersama embun pagi
Menyelimuti awan yang mau bersinar

Panas empat hari ini
Rupanya di manfaatkan pembakar lahan di sini
Membakar semak-belukar dan rumput- rumput kering tanpa hati
Membuat asap kembali menemani pagi ku

Sungguh tak berperasaan
Sungguh-sungguh dan sungguh keterlaluan
Mereka seakan tertawa dan terus menikmati
Kabut asap yang mereka kirim ke sini

Kandangan kota Dodol
Sejenak kabut asap kembali menyerbu
Terulang dan terulang di depan mata
Tetapi tetap mereka bisa mengulanginya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar