NARASI TENTANG JURNAL TENTANG PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
Pendidikan memegang
peranan penting dalam pembangunan. Dengan pendidikan dipersiapkan tenaga-tenaga
dalam pembangunan bangsa dan Negara. Pendidikan yang terpadu dan terus-menerus
dapat mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri seseorang. Peningkatan
moto pendidikan, khususnya pada tingkat sekolah dasar telah menjadi
kebijaksanaan pemerintah yang harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Usaha ini
dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya untuk mencapai
tujuan
pembangunan.
Seorang penulis sebelum menghasilkan tulisan yang dapat dibaca dan dinikmati
oleh pembaca, juga harus melakukan beberapa usaha atau kegiatan yang sesuai
dengan prosesnya. Apalagi tulisan itu bersifat ilmiah. Tulisan ilmiah bukan
berisi khayalan dan harus berisi hal-hal yang sesuai dengan ilmu pengetahuan
dan dapat dipertanggung jawabkan. Adapun beberapa usaha atau hal-hal yang harus
dilakukan oleh penulis yang akan menghasilkan tulisan, yaitu: 1) planning atau
merencanakan, 2) drafting atau membuat konsep, 3) revising atau
meninjau ulang, dan 4) working with process atau bekerja
sesuai proses.
1).Planning
atau perencanaan
Sebelum melakukan sesuatu pasti ada suatu
rencana. Selain itu juga misalnya seseorang mau menulis sebuah karya ilmiah
maupun opini tentang permasalahan pendidikan dan hambatan-hambatan belajar di
dalam kelas, sebelum itu harus ada ide terdahulu sebelum melakukannya. Saya
sendiri untuk menulis sebuah narasi tentang jurnal pendidikan bahasa dan sastra
yang contohnya dari blog Azizah Nor Fitriana tentang “strategi pembelajaran
dalam proses membaca dan menulis permulaan” ditingkat Sekolah Dasar di kelas 1
dan 2. Sepengetahuan saya untuk masalah pembelajaran membaca dan menulis
khususnya di tingkat SD kelas 1 dan 2 masih kurang menguasai siswanya mungkin
di karenakan dari sistem pembelajrannya atau lainnya. Jadi sangatlah penting
menentukan perencanaan sebelum melakukannya seperti hal di atas tersebut untuk
meningkatkan pemahaman siswa dan juga untuk mendapatkan strategi yang menarik
dan efektif bagi siswa maupun guru.Terkait tentang jurnal pendidikan bahasa dan
sastra yang mengacu kepada pendidikan tersebut. Otomatis perencanaan yang akan
saya isiapkan yakni yang berkaitan dengan
tema pendidikan bahasa dan sastra yaitu dengan menentukan judul Strategi
Pembelajaran Dalam Proses Membaca Dan Menulis Permulaan.Misalnya dari segi
strategi pembelajaran yang efektif dan efesien bagi siswa maupun guru. Jadi
untuk sebuah perencanaan itu harus benar-benar sudah tepat dan bisa dilakukan
dan dijalankan dengan baik.
2).Drafting
atau memebuat konsep
Sesudah mendapatkan tema dan judul
yang terkait tentang jurnal bahasa dan sastra yakni dengan tema pendidikan dan
judul Strategi Pembelajaran Dalam Proses Membaca Dan Menulis Permulaan dan
perencanaan sudah tersusun tinggal mencari bahan untuk menunjang perencanaan
yang ada misalnya saja untuk mengumpulkan bahan materi yang berkaitan dengan
strategi pembelajaran membaca dan menulis di tingkat SD kelas 1 dan 2 misalnya
berupa buku-buku strategi pembelajaran siswa di tingkat SD kelas 1 dan 2, lewat
internet juga untuk mencari bahan-bahan materi yang berkaitan dengan strategi
pembelajaran. Dan juga membuat konsep yang penting-penting untuk strategi
pembelaajran misalnya konsep atau cara pemebelajaran dari jurnal tersebut yakni
seperti :
A.Langkah pelaksanaan
membaca permulaan
Langkah mengajar
permulaan dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu membaca tanpa buku dan membaca
dengan buku.
1) Membaca permulaan tanpa buku
Langkkah-langkahnya :
a.Guru menunjukkan
gambar yang berisi cerita
b.Guru menceritakan
isi gambar
c. Murid disuruh
menceritakan kembali isi gambar
d. Menuliskan
kata yang terdapat cerita dalam rangka mengenalkan huruf dan cara membaca
e. Gambar sudah
tidak digunakan, sebagai gantinya guru membuka cerita sedrhana dan
menuliskannya di papan tulis. Cara yang ditempuh adalah : 1.mengenal kata dalam
kalimat, 2. Mengenal suku kata dalam kata, 3. Mengenal huruf dalam suku kata,
4. Merangkai huruf dalam suku kata, 5. Merangkai suku kata menjadi kata .
2) Membaca dengan buku
Langkah-langkahnya :
a. Membagikan
buku atau menyuruh anak mengeluarkan buku yang dibawanya
b. Memperkenalkan
buku, warna, jilid dan tulisan
c. Memberi
petunjuk cara membuat buku
d. Menjelaskan angka
dalam nomor halaman
e. Memusatkan
perhattian anak pada halaman yang dipelajari
f. Menceritakan
gambar yang terdapat pada halaman tersebut
g. Mengajak
murid membaca kalimat dengan intonasi yang tepat
B. Langkah pelaksanaan pembelajaran menulis
permulaan
Dalam buku petunjuk
pengajaran membaca dan menulis di SD dari (depdikbud,1996) di kemukakan
langkah-langkah pengajaran menulis di kelas I dan II SD , secara garis besar seperti berikut :
1. Pengenalan
huruf
2. Latihan
3. Menyalin
tulisan
4. Menulis
halus/indah
5. Dekte
6. Melengkapi
3). Revising(perbaikan)/Meninjau
Kembali
Untuk perbaikan sendiri biasanya
dalam pembuatan jurnal,karya ilmiah, skripsi, makalah dan lain sebaagainya itu biasanya
berkaitan dengan kalimat, kata, dan juga yang terpenting ialah Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD). Jadi kita setelah menulis haruslah ada revising atau
peninjauan kembali dari apa yang sudah di tulis misalnya saja tadi kita akan
meninjau dari segi kata-kata yang masih belum sesuai dengan Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) dan juga Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD). Jadi ini sangatlah penting dilakukan untuk penulisan
karena ini tahap perbaikan supaya hasilnya baik dan benar dalam segi
kepenulisan dan juga di tahap ini ada tahap evaluasi masalah strategi
pembelajran yang akan diterapkan bagaimana hasilnya nanti.
4).Working With
Process atau Bekerja Sesuai Proses
Untuk tahap proses sangatlah lama
misalnya membuat jurnal yang berkaitan dengan pendidikan memerlukan waktu yang
lama untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan memuaskan, misalnya saja dari
tahap pertama yakni Planning atau
perencanaan, di tahap perencanaan ini harus benar-benar memikirkan apa yang
harus disiapkan dan mencari ide tentang strategi pemebelajaran membaca dan
menulis yang baik bagaimana dan lainnya, setelah itu masuk di tahap kedua yakni
tahap Drafting atau mengumpulkan
konsep pembelajaran tersebut, setelah mendapatkan strategi pembelajaran membaca
dan menulis yang baik, setelah kedua tahap diatas teersebut sudah berjalan
dengan baik maka tahap selanjutnya yakni Revising
atau meninjau kembali, setelah sudah mendapatkan ide dan strategi
pembelajaran membaca dan menulis di tingkat SD khususnya di kelas 1 dan 2 akan
melihat hasilnya bagaimana nanti sebuah strategi tersebut dan juga penulisannya
terkait EYD nya yang benar dan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar