BIMBINGAN PENULISAN
ILMIAH
Drs, Ba’in, M. Hum
BAB
I
Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Karya ilmiah merupakan
karya tulis yang isinya berusaha memaparkan sesuatu pembahasan secara ilmiah
yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Istilah karya ilmiah di sini
adalah mengacu kepada karya tulis yang penyusunan dan penyajiannya didasarkan
pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Dilihat dari panjang pendeknya atau
kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan
penelitian.
Karya tulis ilmiah
adalah kegiatan penuangan data lapangan atau gagasan pemikiran dalam bentuk
karangan dengan mengikuti aturan dan metode ilmu pengetahuan. Sehingga
menghasilkan informasi ilmiah yang dapat didiskusikan daan disebarluaskan
kepada masyarakat pendidikan serta didokumentasikan di perpustakaan.
Karya tulis ilmiah
sebagai sarana komunikasi ilmu pengatahuan yang berbentuk tulisan menggunakan
sistematika yang dapat di terima oleh komunitas keilmuan melalui suatu
sistematika penuliisan yang disepakati. Dalam karya tulis ilmiah ciri-ciri
keilmiahan dari suatu karya harus dapat dipertanggung jawabkan secara empiris dan objektif.
Dalam penelitiaan yang
digunakan sebagai bahan penulisan karya tulis ilmiah mengutip pernyataan orang
lain sebagai dasar atau sebagai landasan penyusunan penelitian. Pernyataan
ilmiah ini digunakan untuk bermacam-macam tujuan sessuai dengan bentuk
argumentasi yang diajukan.
Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan dalam
tulisan harus mencakup beberapa hal, yaitu :
1. Harus
dapat kita identifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut.
2. Harus
dapat kita identifiksikan media komunikasi ilmiah di mana pernyataan
disampaikan apakah dalam makalah, buku, seminar, lokakarya dan sebagainya.
3. Harus
dapat diidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut
beserta tempat domisili dan waktu penertinbitan itu dilakukan. Sekiranya
publikasi ilmiah tersebut tidaak diterbitkan maka harus disebutkan tempat,
waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.
Suatu karya tulis, baru dapat dikatakan sebagai
karya tulis ilmiah apabila sedikitnya memenuhi tiga syarat, yakni :
1. Isi
kajiannya dalam lingkup pengetahuan ilmiah.
2. Langkah-langkahnya
dijiwai atau menggunakan metode berfikir ilmiah.
3. Sosok
tampilannya sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan
ilmiah.
Jadi Karya Tulis Ilmiah itu adalah laporan tertulis
dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah
dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika
keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
BAB
II
Karakteristik Karya Tulis Ilmiah
Menurut Zulfikar (2011: 2 ) tidak
semua karya yang ditulis secara sistematis dan bedasarkan fakta di lapangan
adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini :
1. Objektif
Keobjektifan ini menampak pada
setiap fakta dan data yang diungkapakan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya
tidak dimanipulasi.
2. Netral
Kenetralan ini terlihat pada
pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan – kepentingan tertentu baik
kepentingan pribadi maupun kelompok.
3. Sistematis
Uraian yang terdapat pada karya
ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu,
misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya.
4. Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari
pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif.
5. Menyajikan
fakta (bukan emosi atau perasaan)
Setiap pernyataan, uraian, atau
simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta.
6. Hemat
kata
Maksudnya kata-kata yang digunakan
tidak berlebihan alais hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit.
7. Ragam
baku
Bahasa yang dalam karya tulis
ilmiah bahasa yang digunakan adalah ragam baku atau formal.
8. Jelas
Karya tulis ilmiah menghindari
detail yang tidak perlu.
9. Sederhana
Karya tulis ilmiah menggunakan
bahasa langsung, menghindari kalimat tidak jelas atau rumit.
10. Bebas
asumsi
Karya tulis ilmiah menghindari
membuat asumsi ( semua orang tahu
bahwa..) dan pernyataan yang belum terbukti (tidak pernah dapat diibbuktikan
baha..).
11. Terstruktur
Ide dan proses dalam karya tulis
ilmiah hendaknya dinyatakan dalam urutan logis. Teks ini dibagi menjadi
beberapa bagian dengan judul dan subjudul serta subjudul-subjudul yang jelas.
12. Akurat
Karya tulis ilmiah menghindari
bahasa samar dan ambigu seperti sekitar, kira-kira, hampir.
Dalam penulisannya karya ilmiah memiliki
syarat-syarat tertentu. Adapun syarat-syarat karya ilmiah :
1. Karya
tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan
karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang
menyangganya.
3. Alur
pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya
tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur : kata, angka, tabel, dan gambar, yang
tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya
tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam
hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah – kaidah kebahasaan.
6. Karya
tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan),, eksposisi
(paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).
BAB
III
Jenis – Jenis Karya Tulis Ilmiah
1. Karya
ilmiah Pendidikan
Karya ilmiah pendidikan digunakan
tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar
pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari :
a. Paper
(Karya Tulis).
b. Pra
Skripsi
c. Skripsi
d. Tesis
e. Disertasi
2. Karya
Ilmiah Penelitian
Dalam karya ilmiah pnelitian
terdapat beberapa jenis karya ilmiah. Diantara jenis-jenis karya ilmiah
penelitiaan antara lain sebagai berikut :
a. Makalah
Seminar
b. Laporan
Hasil Penelitian
c. Jurnal
Penelitian
BAB
IV
Kegunaan Karya Tulis Ilmiah
Karya ilmiah memeiliki
banyak sekali fungsi terutama bagi
seorang penulis . Bagi penulisnya , karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan
keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegerasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara
sistematis, dan memperluas wawasan, serta memeberi kepuasan intelektual. Karya
ilmiah hasil penelitian berfungsi mengkomunikasikan ihwal gagasan atau hasil
penenlitian yang telah dilakukan, yang meliputi anatara lain :
1. Apa
yang menjadi permasalahan?
2. Bagaimana
pemecahan masalahnya?
3. Apa
yang diteliti?
4. Mengapa
penelitian dilakukan?
5. Apa
yang menjadi fokusnya
6. Apa
yang menjadi acuan konseptualnya?
7. Bagaiman
desainnya?
8. Bagaimana
data dikumpulkan dan dianalisis?
9. Temuan
apa yang diperoleh, apa kesimpulan akhirnya dan apa rekomendasi yang dinyatakan
berdasarkan temuan tersebut bagi kepentingan praktis dan pengembangan ilmu?.
Disamping itu karya
ilmiah dapat berfungsi sebagi rujukan , untuk meningkatkan wawasan, serta
menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
BAB
V
Bagian Pendahuluan Karya Tulis Ilmiah
1. Latar
Belakang Masalah
Bagian ini menerangkan keternalaran
mengapa topik yang dinyatakan pada judul karya tulis ilmiah itu diteliti.
2. Rumusan
Masalah
Rumusan masalah adalah rumusan
persoalan yang perlu dipecahkan atau dipertanyakan yang perlu dijawab dengan
penelitian.
3. Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan apa
yang hendak dicapai dengan penelitian.
4. Kegunaan
Penelitian
Kegunaan penelitian menguraikan
kegunaan atau manfaat penelitian, baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi
kepentingan praktis.
5. Sistematika
Penulisan
Bagian ini menyaijikan garis besar
isi karya ilmiah yang ditulis dan bagian-bagiannya.
BAB
VI
Bagian Inti Karya Tulis Ilmiah
Dalam karya ilmiah
laporan penelitian disajiakan dua landasan, yakni kerangka teoritis dan
metodologis. Dalam laporan penelitian kualitatif terdapat bagian penelaahan
kepustakaan dan/atau kerangka teoritik , sesuai dengan pendekatan dan desain
penelitian yang digunakan. Kerangka teoritik berfungsi sebagai “hipotesis
kerja” dimungkinkan untuk disajikan dalam penelitian kualitatif.
Dalam karya ilmiah
laporan penelitian bagian metode penelitian dibuat dalam bab tersendiri. Dalam
artikel untuk jurnal metode penelitian/penulisan juga ditulis dalam bagian
tersendiri tetapi tidak dalam bentuk bab.
Dalam laporan
penelitian ada perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.Metode penelitian dalam laporan
penelitian kuantitatif , prosedur
penelitian dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, dan diakhiri
dengan analisis data. Yang perlu diuraikan dalam bab pendekatan atau penelitian
kuantitatif adalah : (1) jenis dan desain penelitian,(2) populasi dan sampel
penelitian, (3) variabel penelitian yang dirumuskan secara operasional, (4)
alat dan teknik pengambilan data (5) instrumen penelitian disertai penentuan
validitas dan reliabilitasnya, (6) teknik pengolahan data.
Bab pembahasan data
merupakan bab yang paling penting dala penulisan karya ilmiah karena dalam bab
ini dilakukan kegiatan analisis data, sintesis pembahasan, interpreyasi
penulis, pemecahan masalah, dan temuan pendapat baru yang diformulakan (bila
ada). Bab ini terdiri dari duan bagian besar yakni deskripsi data dan
pembahasan.
BAB
VII
Bagian Penutup Karya Tulis Ilmiah
Bagian penutup dari
karya tulis ilmiah adalah simpulan dan saran. Dalam penyusunan laporan
penelitian kualitatif bagian penutup merupakan bab terakhir dari isis pokok
laporan penelitian yang terdiri dari simpulan dan saran. Simpulan hendaknya
berisi ujaran tentang temuan yang penting dalam penelitian dan
implikasi-implikasi dari temuan tersebut. Simpulan harus sejalan dengan
masalah, tujuan, dan merupakan ringkasan dari hasil pembahasn dan analisa.
Karya ilmiah perlu
dilengkapi dengan daftar pustaka, yang memaparkan karya ilmiah lain yang
digunakan sebagai rujukan. Agar dapat ditelusuri orang lain penulisan karya
ilmiah rujukan tersebut perlu memuat nama pengarang, judul karya ilmiah, tahun
penerbitan, serta penerbitnya.
Semua bahan acuan dalam
bentuk jurnal, buku atau pun naskah ilmiah yang digunakan sebagai referensi
ditulis pada bagian ini.
BAB
VIII
Aturan Tata Tulis Karya Ilmiah Secara Umum
1. Penggunaan
Bahasa Indonesia Baku
Tata kalimat dalam karya ilmiah
hendaknya menggunakan ragam bahasa baku.
2. Penggunaan
EYD Terbaru
Pusat Bahasa dalam selalu
mengeluarkan aturan tentang EYD terbaru. Untuk itu penulis perlu memperhatikan
aturan EYD terbaru.
3. Penulisan
Judul dan Subjudul
Untuk pemeringkatan judul dan
subjudul dalam karya ilmiah terdapat dua aturan, yakni menggunakan jenis huruf,
ukuran, pencetakan , serta letak yang berbeda dan menggunakan angka Arab atau
perpaduan angka Arab dan huruf latin.
4. Cara
Mengutip
Dalam hal cara mengutip ini hal yang terutama perlu
diperhatikan adalah mengutip secara langsung atau tidak langsung.
5. Penyajian
Tabel dan Gambar
Penggunaan tabel dapat dipandang
sebagai salah satu cara yang sistematis untuk menyajikan data statistik dalam
kolom-kolom dan lajur, sesuai dengan klasifikasi masalah.
6. Pengetikan
Ketentuan-ketentuan dalam
pengetikan sebuah karya ilmiah dirinci sebagai berikut :
a. Menggunakan
software pengolah data dengan flatform windows, seperti MS Word, Excel, dan
lain-lain.
b. Jenis
huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12 kecuali untuk :
halaman judul sampul/luar dan halaman judul dalam yang menggunakan huruf tegak
dan dicetak tebal dengan ukuran font mulai 12 sampai 16. Catatan kaki
menggunakan font ukuran 10.
c. Huruf
tebal digunakan untuk judul dan sub-judul, memeberi penekanan, pembedaan, dn
sejenisnya.
d. Huruf
miring digunakan untuk istilah dalam bahasa daerah, memberi penekanan,
pembedaan, dan sejenisnya.
e. Batas
tepi
1. Tepi
atas : 4 cm
2. Tepi
bawah : 3 cm
3. Tepi
kiri : 4 cm
4. Tepi
kanan : 3 cm
f. Sela
ketukan selebar 1 cm. Indensi Tab dipakai pada bais pertama alinea baru.
Indensi gantung digunakan daftar pustaka.
g. Spasi
bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.
h. Bagian
awal dari karya ilmiah, termasuk di dalamnya adalah halaman judul, halaman
pengesahan, halaman pernyataan, abstrak, riwayat hidup, kata pengantar, daftar
isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.
i.
Bagian isi karya ilmiah, yang dalam hal
ini dimulai dari BAB I sampai BAB V , disusun dengan menggunakan spasi ganda.
j.
Bagian akhir karya ilmiah, yang terdiri
dari Daftar Pustaka, yang daftar referensinya memakai spasi tunggal dan idensi
gantung,dan lampiran yang ditulis dengan spasi tunggal atau disesuaikan dengan
bentuk/jenis lampiran.
k. Judul
karya Ilmiah dan bab, diketik denagn huruf besar/kapital, dicetak tebal, tanpa
singkatan kecuali yang berlaku umum seperti PT.,CV.
l.
Judul sub sub –bab dimulai dengan angka
1,2,3 dan seterusnya kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri
titik dengan tebal.
m. Judul
sub sub-bab dimulai dengan huruf a, b, c dan seterusnya dimulai dengan huruf
besar kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik diketik
dengan huruf tebal miring.
n. Judul
sub sub – sub –sub bab dimulai dengan angka 1), 2), 3) tanpa titik dengan huruf
miring.
7. Penomoran
Halaman
Ketentuan – ketentuan dalam
penomoran halaman judul bab, halaman teks utama, dan lainnya.
8. Penulisan
Daftar Pustaka
Untuk aturan tentang penulisan daftar
pustaka ini selengkapnya dibahas pada topik tersendiri.
BAB
IX
Ketatabahasaan Karya Tulis Ilmiah
Penggunaan bahasa yang
baik dan benar dalam karya ilmiah akan meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah
tersebut, sehingga dapat dimengerti dengan mudah oleh pemakainya, antara lain :
1. Pembentukan
Kata
2. Asas
Pemungutan Kata
3. Bentuk baku dan tidak baku
4. Pembentukan
Kalimat
5. Syarat
kalimat
6. Aktif
dan Pasif
7. Subjek dan keterangan
8. Pengantar
kalimat dan predikat dan
9. Kalimat
majemuk dan kalimat bersusun
BAB
IX
Penggunaan EYD Dalam Karya Tulis Ilmiah
Ada beberapa penggunaan
EYD untuk penulisan karya tulis ilmiah seperti :
a. Pemakaian
Huruf Besar
b. Huruf
Miring
c. Huruf
Tebal
d. Penulisan
Kata
1. Kata
Dasar
2. Kata
Turunan
3. Gabungan
Kata
4. Kata
Depan
a. Partikel
5. Singkatan
dan Akronim
6. Angka
dan Bilangan
e. Pemakaian
Tanda Baca
1. Tanda
Titik (.)
2. Tanda
Koma(,)
3. Tanda
Titik Koma (;)
4. Tanda
Titik Dua(:)
5. Tanda
Hubung (-)
6. Tanda
Tanya(?)
7. Tanda
Seru (!)
8. Tanda
Elipsis(...)
9. Tanda
Petik (“ “)
10. Tanda
Petik Tunggal (‘ ‘ )
11. Tanda
Kurung ( () )
12. Tanda
Garis Miring (/)
f. Penulisan
Unsur Serapan
BAB
XI
Gaya Bahasa Karya Tulis Ilmiah
Berikut adalah berbagai
ragam gaya bahasa dan contoh penggunaannya dalam Bahasa Indonesia.
A. Bahasa
Leksikal
B. Retorika
Bahasa
C. Bahasa
dan Retorika dalam Komunikasi Ilmiah
Untuk dapat berbicara yang efektif, diperlukan ilmu
retorika. Metode yang harus diikuti oleh pembicara agar mendapatkan hasil
retorika ada empa, yaitu :
1. Exordium
( Pendahuluan )
2. Protesis
( Latar Belakang )
3. Argumentasi
( isi )
4. Conclusio(
Kesimpulan)
BAB
XII
Aturan Kutipan Karya Tulis Ilmiah
Perujukan dilakukan
dengan menggunakan nama akhir dan tahun diantara tanda kurung. Jika ada dua
penulis, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis
tersebut. Jika penulis lebih dari dua orang, penulisan rujukan dilakukan dengan
cara menulis nama pertama dari penulis tersebut diikuti dengan dan kawan-kawan.
Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama
lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama koran.
1. Cara
Merujuk Kutipan-Kutipan Langsung
a. Kutipan
Kurang dari 40 Kata
b. Kutipan
40 Kata atau Lebih
c. Kutipan
yang Sebagian Dihilangkan
2. Cara
Merujuk Kutipan Tidak Langsung
Kutipan
yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri
ditulis tanda kutip dan terpadu dalam teks.
3. Cara
Menulis Daftar Rujukan
Daftar
rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, atau bahan lainnya yang
dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung.
4. Rujukan
dari Buku
5. Rujukan
dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
6. Rujukan
dari artikel dalam buku kumpulan artikel (Ada Editornya)
7. Rujukan
dari artikel dalam jurnal
8. Rujukan
dari artikel dalam jurnal dari CD-ROM
9. Rujukan
dari artikel dalam majalah atau koran
10. Rujukan
dari koran tanpa penulis
11. Rujukan
dari Dokumen Resmi Pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa
penulis dan tanpa lembaga
12. Rujukan
dari lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga tersebut
13. Rujukan
Berupa Karya Terjemahan
14. Rujukan
berupa Skiripsi, Tesis, atau Disertasi
15. Rujukan
berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar,
Penataran, atau Lokakarya
16. Rujukan
dari Internit berupa karya individual
17. Rujukan
dari Internet berupa artikel dari jurnal
18. Rujukan
dari Internet Berupa Bahan Diskusi dan terakhir
19. Rujukan
dari Internet E-mail pribadi
BAB
XIII
Penulisan Daftar Pustaka
Daftar Pustaka sering
disebut juga Bibliografi atau daftar sumber referensi atau bacaan. Daftar
pustaka meliputi sumber bahan-bahan yang dipakai dalam menyusun Karya Tulis
Ilmiah.
Pada dasarnya informasi
yang dimasukkan dalam daftar pustaka adalah serupa dengan catatan kutipan,
perbedaannya hanya terletak pada urutan
dan tanda baca.
BAB
XIV
Penulisan Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang
untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata
cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Adapun
yang terkait dengan penulisan artikel ilmiah seperti
a. Judul
b. Nama
Penulis
c. Abstrak
dan kata kunci
d. Pendahuluan
e. Bagian
inti
f. Penutup
Pengertian yang lain
dari makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang sesuatu masalah
atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai
analisis yang logis dan objektif. Masalah ditulis untuk memenuhi tugas
terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk
disajikan dalam forum ilmiah.
BAB
XV
Penulisan Skripsi
Skripsi adalah karya
tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai pernyataan untuk mencapai
gelar sarjana (strata1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa
dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang
studinya.
Skripsi terdiri ata
tiga bagian, yaitu prawacana , naas, dan koda. Bagian naas dimulai dari
bab pendahuluan sampai dengan bab
penutup, sedangkan bagian sesudah bagian naas adalah bagian koda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar